Rabu, 12 November 2014

Penelitian lagi.. Survey lagii.. ^_^

Assalamu'alaikum guys!
Long time no see.. Haha
Kali ini saya benar-benar butuh bercerita buanyak.
Di akhir Oktober ini, setelah kelar mengikuti ujian TKDnya Kemenkes di Mamuju sana, Tuhan kembali mempercayakan sebuah amanah besar untuk saya dan -temanteman baru saya-.
Saya lupa tanggal jelasnya, kira2 di akhir Oktober itulah semua berawal.
Sekitar pukul 2 dini hari, saya mendapat sms dari nomor asing yang ternyata dari mba riri, salah satu tim PUSKA FKM UI. Saat itu saya nyaris tidak ingat apa-apa lagi soal pendaftaran itu. Dan ternyata.. malam itu yang mendapat sms alias panggilan untuk tes wawancara itu hampir untuk semua teman-teman yang juga dulu ngirimin cv via email ke mba tika rianty.
Singkat cerita, jadilah kami kembali reunian di Gedung PKP Unhas untuk ikut tes wawancara. Dan alhamdulillah, sekitar 90% dari kami lulus.. :D
Ya, Lagi!
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Kami mulai disibukkan dengan 4 hari pelatihan yang didalamnya sudah ada role play dan uji coba di salah satu kelurahan di Kota Makassar. Hari terakhir pelatihan, kami harus dibagi atas 2 tim besar, dan saat itulah saya menggalau ria. Sangat besar keinginan untuk mencoba hal baru di berbagai tempat di pelosok Takalar, tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk memilih lokasi penelitian di Makassar saja :'(
Cemen amat ga tuh?! Ga dong!

Oia, penelitian ini punya dua kuesioner yang lumayan tebal dan intinya tentang kesehatan ibu dan anaklah pokoknya.. Haha
Untuk melahap 2 kues ini, saya harus menghabiskan waktu sekitar 3 jam 30 menit duduk di depan ibu responden dan bisa saya pastikan si ibu betenya minta ampun. Untung saja si pewawancaranya lucu dan imut, setidaknya bisa meminimalisir rasa kantuklah yaa.. hahah

Tim Makassar, ternyata masih harus terbagi atas 3 tim. Saya adalah salah satu anggota dari tim 1, yang dinahkodai oleh Kak Ali sebagai Assisten Supervisor, dan 5 orang enumerator, saya sendiri, Riska, Imha, Lia, dan Indha.. Dan tidak lupa pula saya perkenalkan tim antrophometer kami, Annisa dan Ismi. Terakhir itu ada satu cowo lagi, andalan tim kami, dia yang paling unyu-unyu dan berhati lembut, Ben! Ben adalah satu-satunya laboran kami! yang bertugas mengecek Hb si ibu responden.
Dan hampir lupa, tim kami ga akan rame tanpa 2 orang yg juga begitu penting buat kami. Kak Adi dan Mas Arman. Driver yang selalu siap mengantar jemput kami kemana saja. Huaaaaah.. 
Rutinitas selfie sebelum turlap :D
Alhamdulillah hari pertama berjalan lancar walaupun di awal ada sedikit masalah, hari pertama dengan dua responden per enum lumayanlah yaa.. Haha Dan bisa diduga saya adalah yang punya durasi paling lama saat wawancara, menurut si Riska dan Nisa, mungkin karena saya selalu meladeni ibu responden yang kadang curcol ga jelas. 

Kak Ali ^_^
Masa karantina kami dimulai sejak hari itu, banyak cerita di tempat yang tidak perlu kusebutkan namanya. Tempatnya nyaman, dan ada yang unik, hampir setiap hari bu kantinnya bikin menu telur rebus bulat ala-ala menu rumah sakit. Hiks.
Dan Azhar tau persis saya paling tidak bisa makan telur bulat. Jadilah sekali sepekan saya diantarkan cemilan enak sama Accah.. Terima kasih yaa, Cah.. ^^


Jadwal kami, setelah sholat subuh sudah harus antri untuk mandi dan jam 7 semua sudah siap sarapan, dan ready to GO!
Di perjalanan ke rumah responden biasanya saya sengaja mengambil tempat paling belakang untuk tidur berkualitas, lumayan kan 30 menit bisa meluruskan punggung? Untuk per harinya, tiap enum harus dapat 4 responden. Di awal saya belum bisa mencapai target berbeda dengan Bu Riska yang lincahnya minta ampun. Sehari-harinya dia bisa dapat 4 meeeeen! Hahahah

Kak Ali, Mas Arman, Riska, Nisa, dan -Saya-
 Setiap kelurahan pasti ada cerita.. Semua rumah pasti ada cerita.. Dan semua ibu-ibu juga selalu ada cerita.. Cerita yang menyesakkan adalah saat kami harus diusir hiks.. Tapi ya sudahlah.. itu adalah salah satu resiko yang disebabkan karena adanya misscomunication.. Cukup!

Lanjut ke cerita berikutnya, entah setelah hari ke berapa, tim kami mendapat amanah yang luar biasa. Hari itu 4 orang enumerator dari tim kami harus terjun ke salah satu Kompleks X Kusta. Bapak pendamping PKH saat itu sudah menjelaskan rutenya, dan terpilihlah, Saya, Lia, Riska, dan Kak Ali yang harus turun ke lokasi itu. Bisa dibayangkan bagaimana mulesnya perut kami saat itu, pagi yang biasanya kami awali dengan canda tawa tiba-tiba sepi dan begitu tegang. Bapak pendamping sudah menjelaskan pada kami bahwa semua akan baik-baik saja. Sesuai dengan pesan dari Azhar, saya  ngotot sama si bapak pendamping untuk tetap pake masker saat wawancara, tapi si bapaknya bilang tidak perlu karna itu hanya akan membuat warga disana merasa tersinggung. Setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari si bapak, kami akhirnya yakin bahwa semua ibu responden yang akan kami interview bukanlah -penderita- atau bahkan -X penderita-.

Ada rasa iba saat memasuki gerbang kompleks itu, sepanjang perjalanan kami mulai dipisahkan oleh amanah untuk mendapatkan 4 orang responden sampai waktu yang sudah ditentukan. Rumah pertama alhamdulillah aman, rumah kedua pun aman, hingga sampai ke rumah terakhir alhamdulillah semua aman.. Sepanjang perjalanan dari rumah yang satu ke rumah yang satunya lagi, banyak pemandangan yang membuat hati semakin bersyukur bahwa Allah Tak pernah tidur. Ada sensasi lega luar biasa setelah itu, dan seperti hari-hari sebelumnya, saya lagi-lagi mencapai rekor durasi terlama diantara kami berempat. 

Finally, tim kami mencapai target lebih yaitu 206 responden untuk dua pekannya.. Alhamdulillah, terima kasih yaa Allah.. setelah puldat kami masih disibukkan dengn crosscheck kuesioner yang juga membutuhkan waktu lama, hingga hari terakhir, packing kuesioner dan harus berpisah sama mba tikaa.. Huaaaaaaah.. Dan bagian inilah yang paling menyedihkan.. Terima kasih Tim Puska UI.. Terima kasih mba tika.. Terima kasih Tim 1.. Terima kasih Tim Makassar.. ^_^


Mba Tika Rianty ^_^
Salah satu anak responden. Sama-sama imut kan? Hihi
Selfie sebelum bubaran! Haha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar